Tahu Kapan Harus Istirahat adalah Skill

Tahu Kapan Harus Istirahat adalah Skill, masbobzcom, masbobz
Sumber: unsplash.com

Tiap apapun yang kita kerjakan, yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran, pasti memerlukan istirahat. Jika tidak, maka hasilnya bisa jadi tidak maksimal. 

Seperti di sebuah pertandingan sepak bola. Momen istirahat antar babak 1 dan 2, adalah momen yang bisa menentukan hasil yang akan didapatkan sebuah tim. Tidak jarang tim yang dalam posisi kalah di babak 1, bisa membalikkan keadaan di babak 2 dan memenangkan pertandingan. Apa yang terjadi dalam masa istirahat sampai hal tersebut bisa terjadi? Evaluasi.

Evaluasi sangat penting dilakukan untuk apapun yang kita kerjakan. Lewat evaluasi, kita bisa mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih belum berjalan dengan baik sehingga menghambat pekerjaan. 

Begitu pun dengan saya. Ketika sedang disibukkan oleh pekerjaan utama untuk membuat desain website atau mobile app, ada masanya saya mengalami kebuntuan karena harus memikirkan berbagai kemungkinan dari desain yang akan saya buat. Bagaimana tampilan tombol ini setelah diklik, desain halaman ini akan ditampilkan seperti apa saat di smartphone, seberapa mudah teks yang ditampilkan pada desain untuk dibaca pengguna, dan sebagainya.

Ketika harus memikirkan hal-hal semacam itu, dan solusinya tidak bisa dilakukan dalam sekali duduk, maka solusi pertama yang saya coba adalah mengistirahatkan dan menjauhkan diri dari laptop maupun smartphone. Biasanya sambil rebahan untuk mencari posisi paling enak. Kemudian di momen itu saya akan coba pikirkan berbagai solusi yang bisa saya ambil, beserta pros dan cons nya. Setelah ketemu pros dan cons dari tiap solusi, saya bandingkan mana yang lebih banyak pros daripada cons-nya.


Tahu Kapan Harus Istirahat adalah Skill, masbobzcom, masbobz
Sumber: unsplash.com

Jika cara itu belum berhasil juga, biasanya saya akan beranjak lalu jalan sambil ambil minum atau sekedar cuci muka di toilet. Di momen-momen tanpa distraksi dari layar laptop maupun smartphone inilah saya sering menemukan solusi dari hal-hal yang perlu dihadapi di pekerjaan. 

Kesibukan sampingan saya di pekerjaan freelance design dan rutinitas menulis di blog pun sempat istirahat cukup lama. Dikarenakan memiliki tanggung jawab untuk merawat anak yang masih usia setahun dan berbagai hal lain yang perlu diurus, dua kesibukan itu pun saya prioritaskan agak di bawah dulu dan memilih untuk memprioritaskan yang lebih penting.

●●●

Rekan kerja saya dulu pernah bilang, kalau tidak perlu memaksakan diri dalam pekerjaan, karena pekerjaan pasti tetap ada dan tidak ada habisnya. Saat itu saya masih anggap sepele hal ini, karena menurut saya memaksakan diri untuk bisa segera menyelesaikan pekerjaan, bahkan sampai lembur, itu supaya pekerjaan bisa segera selesai dan punya waktu istirahat.

Nyatanya setelah berkali-kali melakukannya, pekerjaan tetap saja menumpuk dengan deadline yang tetap ketat. Pekerjaan tetap ada, tapi waktu istirahat yang akhirnya dikorbankan, bahkan sempat beberapa kali harus sakit dan fisik kecapekan. 

●●●

Penutup

Waktu istirahat ternyata sangat penting, dan sudah saya buktikan sendiri. Sebanyak apapun pekerjaan, tetap harus menyempatkan istirahat. Istirahat selain bertujuan untuk evaluasi apa yang sudah kita kerjakan, juga untuk mengisi tenaga supaya bisa siap kerja lagi "mesin" yang kita punya.

Beberapa bulan terakhir, saya akhirnya perlahan mulai kembali mengerjakan freelance design. Ada beberapa proyek yang masuk dan saya nilai cocok untuk pengembangan skill saya. Per minggu ini saya mulai menulis di blog untuk tulisan kali ini. 

Setelah istirahat cukup, sepertinya saya akan segera memasuki babak kedua dari pertandingan saya.

⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼

Comments