Tidak Melulu ke Tempat Bergaya Untuk Bisa Kerja

Tidak Melulu ke Tempat Bergaya Untuk Bisa Kerja, kerja ga harus di kafe, kerja dari rumah, fokus kerja freelance, masbobz.com
Source: unsplash.com


Ada sebuah tren yang sudah cukup lama terjadi di sekitar kita: Jika merasa buntu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, mari pergi ke kafe atau ke tempat bergaya lainnya lalu kita selesaikan pekerjaan di sana. Atau justru itu sudah menjadi sebuah keharusan, jadi tidak bisa bekerja kalau tidak di tempat yang bergaya.

Walaupun sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan ini, tidak ada salahnya. Tapi tren ini jangan ditelan mentah-mentah.

Banyak yang memutuskan untuk melakukan pekerjaanya di tempat bergaya karena memang pengeluarannya untuk hal tersebut hanya sebagian kecil dari pendapatan yang diterima dalam setiap bulannya. Makanya bisa dilakukan secara terus menerus.

Yang repot adalah ketika kita sudah tahu pendapatan yang diterima tiap bulan belum sedemikian banyak, tapi memaksakan untuk mengikuti tren tersebut tanpa pikir panjang. Pengeluaran tidak sebanding dengan pendapatan. Akibatnya, banyak hal yang lebih penting tidak mendapat jatah pengeluaran, karena khawatir tidak bisa mengikuti tren yang ada.

Realistis sangat diperlukan. Prioritas harus ditentukan. Jika sudah tahu apa pioritas yang ingin kita capai, maka fokus ke pekerjaan bisa mulai didapatkan.

Dari sekian banyak pekerjaan sampingan diluar jam kantor, rasanya hampir semuanya saya selesaikan di meja kerja pribadi saja yang sangat sederhana, termasuk tulisan-tulisan di blog ini.

Tiap kali terpikir untuk mencoba mengerjakan berbagai sampingan ini di luar sana, saya sering khawatir fokus bisa terbelah karena melihat orang lalu lalang, dan juga tidak bisa mengendalikan pengeluaran.

Ujung-ujungnya malah jadi kesal sendiri karena sudah keluar sekian uang yang bisa digunakan untuk hal penting lain, pekerjaan tidak juga selesai.

Akhirnya dari kekhawatiran itu, saya selalu memutuskan untuk tetap mengerjakan pekerjaan sampingan di kamar saja. Tapi bukan berarti kerja di ruang pribadi seperti kamar minim gangguan, justru bisa jadi lebih besar. Sebut saja gangguan untuk memanjakan badan dengan bermalas-malasan di kasur (salah satu tantangan terbesar).

Tergantung pintar-pintarnya kita untuk tidak tergoda melakukannya. Kalau saya mengakalinya dengan cara stretching dan ke kamar mandi untuk cuci muka, setelah itu balik kerja lagi.

Karena menurut saya, di setiap hal yang kita kerjakan, kalau kita tidak berkomitmen penuh untuk menyelesaikannya, akan selalu ada alasan sebagai pembenaran.

Ada beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk membuat kerja di ruang pribadi tetap berjalan lancar:


1. Buat Meja Kerja Senyaman Kita

Buat Meja Kerja Senyaman Kita, kerja ga harus di kafe, kerja dari rumah, fokus kerja freelance, masbobz.com
Source: unsplash.com

Berantakan pun menurut saya tidak masalah, yang penting kita nyaman. Meja kerja saya pun bukan gambaran meja kerja yang ada di sosial media, yang sangat bersih dan tertata rapi lengkap dengan pot tanaman kecil di pojokan. Jauh dari itu.

Meja kerja saya malah berisi sebuah notes kecil + pulpen untuk mencatat hal-hal penting, smartphone cadangan, dua buku yang bertumpuk, celengan dari wadah permen untuk menyimpan kembalian dalam bentuk koin, mini bluetooth speaker, minya kayu putih, dan space yang cukup untuk menaruh laptop dan mouse.

Itu semua saya letakkan di sebuah meja dengan kira-kira panjang x lebar 60x45cm. Saya tata sedemikian rupa supaya saya tetap nyaman saat berlama-lama bekerja.



2. Temukan Jam Kerja Terbaik

Temukan Jam Kerja Terbaik, kerja ga harus di kafe, kerja dari rumah, fokus kerja freelance, masbobz.com
Source: unsplash.com

Tiap orang punya jam-jam terbaik untuk bekerja dalam satu hari. Ketika sudah menemukan jam-jam tersebut, lakukan terus dengan konsisten. Karena di jam tersebut lah, pekerjaan yang sebelumnya terasa sangat berat karena tubuh dan pikiran sudah kelelahan, bisa diselesaikan bahkan dalam waktu yang singkat.

Saya pribadi menemukan jam terbaik saya di pagi hari setelah bangun tidur. Setelah selesai Sholat Subuh, dan minum air putih cukup, saya langsung memanaskan otak dengan memutar beberapa lagu andalan, dan setelah itu saya manfaatkan satu dua jam dengan baik untuk mengerjakan berbagai proyek personal atau pekerjaan sampingan dari klien, sebelum berangkat ke kantor.

Saya manfaatkan betul waktu di pagi hari untuk pekerjaan yang sifatnya memerlukan kerja kreatif otak. Jadi ketika ternyata pekerjaan tersebut masih perlu dilengkapi setelah jam pagi hari tersebut, saya bisa melakukannya sepulang kantor, karena bagian terberat dari pekerjaannya sudah terselesaikan, tinggal finishing di bagian pelengkapnya yang relatif lebih mudah.

●●●

Kesimpulan
Sebagai penutup, semua kembali ke preferensi dari masing-masing orang dalam melakukan pekerjaannya. Jika memang lebih efektif untuk melakukan pekerjaan di kafe, dan merasa ada alokasi dana yang cukup untuk melakukannya, tentu tidak ada masalah.

Di sini saya coba berbagi solusi alternatif yang saya temukan untuk bisa kerja, walaupun dari kamar pribadi saja. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari solusi untuk bisa tetap produktif dalam bekerja, dengan cara yang boleh dibilang biasa.


⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼




Comments