Belajar Lebih dari Hal Bercap Kekanakan

Belajar Lebih dari Hal Bercap Kekanakan, belajar dari anime, belajar dari manga, pesan moral anime, pesan moral manga, masbobz.com
Belajar Lebih dari Hal Bercap Kekanakan - masbobz.com


Tontonan seperti anime, atau bacaan seperti manga yang merupakan hasil karya dari orang-orang di Jepang sana rasanya masih mendapatkan cap sebagai tontonan kekanakan, karena dikemas dalam bentuk gambar dua dimensi, alias kartun. Padahal isinya sering jauh dari kata kekanak-kanakan.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa orang-orang yang menyukai anime atau manga sebagai orang yang kurang pergaulan, dan tidak bisa tumbuh dewasa, ketika orang-orang di sekitarnya sudah memiliki tontonan dan bacaan lain yang dianggap lebih berbobot.

Tidak sepenuhnya salah memang anggapan itu, karena memang banyak juga contoh yang seperti itu. Mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial karena disibukkan dengan hobinya untuk nonton anime dan membaca manga.

Tapi tidak sepenuhnya benar juga anggapan itu, karena banyak juga contoh yang sebaliknya. Bisa tetap menikmati hobinya untuk nonton anime dan membaca manga, tapi juga memiliki kehidupan sosial yang baik.

Saya bisa dibilang masuk ke contoh yang terakhir. Saya masih menjalani kehidupan yang normal, kerja di pagi hari, dan hobi-hobi tersebut saya lakukan ketika sudah menyelesaikan tanggung jawab di pekerjaan.


●●●


Tumbuh dengan ditemani anime di hari minggu pagi saat masih SD dulu jadi sangat membekas pada diri saya. Ketika sudah bertambah usia, walaupun anime itu sudah tidak sebanyak dulu di televisi, saya tetap nonton beberapa anime favorit melalui internet.

Perkenalan saya dengan manga juga sudah dimulai sejak kecil, tepatnya setelah bisa membaca saat awal masuk SD. Saya dihadiahi komik Dragon Ball oleh sepupu-sepupu yang berpergian ke luar kota yang memiliki toko buku. Maklum, di kota kelahiran saya, Rembang, tidak ada toko buku selengkap di kota besar, bahkan sampai sekarang.

Dan saya bahkan masih ingat momen pertama kali bisa datang ke toko buku Gramedia di Jogja saat SD. Bingung sendiri karena begitu banyak komik yang ingin saya beli. Berbekal uang saku yang diberikan orang tua, saya belanjakan semuanya untuk beli komik saat itu. Senangnya masih terasa sampai sekarang.

Otak saya terbiasa dibawa ke dunia dongeng sejak kecil, dan saya tetap ingin seperti itu.

Banyak orang mungkin mendapatkan motivasi yang akhirnya berhasil membuat kehidupannya dan dirinya sendiri menjadi lebih baik melalui seminar atau buku-buku motivasi, atau bahkan melalui nasihat dari orang-orang terdekat yang mereka anggap sebagai panutan dalam hidupnya. Sah-sah saja dengan hal tersebut, tidak ada yang keliru.

Tapi tidak sedikit orang seperti saya yang banyak mendapatkan pelajaran kehidupan justru lewat anime dan manga. Dan pelajaran tersebut benar-benar membekas dan jika bisa dimaknai dengan baik, maka pesan-pesan yang ada setiap anime dan manga itu bisa kita terapkan juga di kehidupan sehari-hari.

Memang belum semuanya saya terapkan, tapi inilah beberapa pesan yang berhasil saya dapatkan dari beberapa karakter anime/manga yang saya ingat sampai sekarang:


1. Tetap Baik, Walau Kepada Musuh Sekalipun (Son Goku)

Pesan Moral dari Son Goku Dragon Ball
Sumber: pinterest


Son Goku, kalau Bezita memanggilnya Kakaroto. Karakter utama di Dragon Ball ini di sepanjang serialnya berjalan tidak cuma menampilkan jurus-jurus penuh ledakan, tapi juga memberikan pesan-pesan yang baik. Karena kekuatannya yang terus bertambah, orang-orang yang menjadikannya musuh pun juga bertambah. Sebut saja Bezita atau Piccolo.

Dua karakter ini bahkan ingin menghabisi Son Goku dengan tangannya sendiri. Tapi apa yang dilakukan Goku setelah mereka berusaha mati-matian menghabisinya dan gagal? Goku justru bersikap baik pada mereka secara terus menerus, sampai akhirnya Bezita dan Piccolo menjadi rekan, di luar atau di dalam medan perang yang bisa diandalkan.


2. Tiap Orang Punya Perannya Masing-masing (Hanamichi Sakuragi)

Pesan Moral dari Hanamichi Sakuragi Slam Dunk
Sumber: pinterest

Dari anime/manga olahraga favorit saya sepanjang masa, Slam Dunk. Karakter utamanya, Hanamichi Sakuragi digambarkan sebagai karakter anak SMA berandalan di awal. Tapi seiring berjalannya cerita, karakternya mulai tumbuh dan akhirnya dia mulai mendapatkan berbagai pencapaian dan konflik.

Dia berhasil masuk ke tim basket Shohoku karena posturnya yang atletis dan kemapuan rebound-nya yang luar biasa. Tapi di saat yang bersamaan, dia tahu ada sosok di dalam timnya yang ternyata jauh lebih hebat dan disukai banyak orang karena kemampuannya lebih komplit, Rukawa.

Timbul lah konflik dalam dirinya, dia menjadikan Rukawa sebagai rival yang sangat sulit dia kejar. Sampai pada satu titik dia disadarkan oleh pelatihnya bahwa tidak perlu menjadi Rukawa untuk dia bisa menjadi tumpuan dalam tim. Cukup lakukan rebound yang sudah dikuasai dengan baik, maka kau akan dianggap sebagai pahlawan.


3. Membuang Dendam (Naruto)

Pesan Moral dari Uzumaki Naruto
Sumber: pinterest

Salah satu anime/manga terlaris, Naruto. Karakter utamanya, Uzumaki Naruto, memiliki latar belakang yang cukup menyedihkan. Tumbuh sebagai yatim piatu tanpa mengetahui siapa orang tuanya, dia juga memiliki kutukan berupa siluman rubah yang berada di dalam dirinya. Penduduk desa ramai-ramai menjauhinya karena dianggap berbahaya, bahkan diperlakukan tidak layak sebagai seorang anak kecil.

Dia punya semua alasan untuk membenci orang-orang itu dan melakukan balas dendam, sampai dia bertemu dengan seorang guru yang mengakui keberadaannya sebagai manusia bukan sebagai siluman.

Momen itu berhasil mengubah pendiriannya untuk tidak perlu membalas dendam pada yang sudah menyakiti, karena dendam satu akan melahirkan dendam yang lain dan tidak akan pernah berhenti. Naruto memilih untuk memutus rantai dendam itu dan membuktikan dirinya bisa menjadi ninja yang diakui oleh penduduk desa.


●●●


Pengemasan cerita yang bagus dibarengi dengan animasi atau gambar yang memukau, berhasil membuat para penikmat anime/manga larut dalam ceritanya. Bahkan bisa mengambil pesan-pesan baik yang ingin disampaikan para pembuatnya.

Saya tidak malu mengakui bahwa saya tumbuh besar dengan tontonan dan bacaan ini, justru bersyukur karena bisa mendapatkan banyak pesan berharga darinya. Karena proses seseorang berkembang menjadi lebih baik tidak ada yang seratus persen sama.


⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼


Comments