Perlukah Semua Hal Dijadikan Aplikasi?

Perlukah Semua Hal Dijadikan Aplikasi, fungsi aplikasi, aplikasi android, aplikasi iphone, perlukah aplikasi, masbobz, masbobz.com
masbobz.com | Perlukah Semua Hal Dijadikan Aplikasi?


Jutaan aplikasi siap dipasang langsung dari Google Play ke smartphone android, atau dari App Store ke iPhone anda. Berbagai macam aplikasi dengan fungsi yang unik, tidak jarang membuat kita sebagai pengguna smartphone tertarik.

Ada aplikasi yang bisa membantu untuk mencatat tugas harian, mencatat transaksi keuangan, membantu fokus ke pekerjaan, atau hanya sekedar berkirim pesan dengan kenalan. Banyak sekali aplikasi yang membantu kehidupan sehari-hari jika kita bisa menggunakannya dengan tepat.

Tapi dari jutaan aplikasi yang ada, pasti ada saja aplikasi yang siap membuat kita kecewa. Entah karena fungsinya yang tidak terlalu diperlukan, atau karena sulit digunakan.

●●●

Beberapa bulan lalu, saya mendapat pengalaman dibuat stres karena kinerja sebuah aplikasi yang sulit digunakan. Menggunakan smartphone android, saya mengunduhnya langsung dari Google Play.

Saat itu, saya diminta tolong oleh keluarga untuk membantu nenek saya, seorang penerima dana pensiun, untuk mengurus proses pencairan dana pensiun. Ada aturan baru yang sedang coba diterapkan, yaitu para penerima dana pensiun diminta untuk mendaftarkan dirinya melalui aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Play, untuk bisa menerima dana pensiun kedepannya nanti.

Sekilas mungkin terdengar cukup keren, karena proses yang sebelumnya dilakukan secara manual, diarahkan untuk diproses secara digital. Tapi prakteknya di lapangan, nampaknya tidak sekeren itu.

Hampir semua penerima dana pensiun adalah mereka yang sudah lanjut usia. Menggunakan smartphone sehari-hari bukanlah kebiasaan mereka. Akhirnya, karena diterapkannya peraturan baru ini, anak maupun cucu dari para penerima dana pensiun inilah yang membantu proses pendaftaran di aplikasinya.

Mungkin, jika kinerja aplikasinya sudah bagus tanpa ada kesalahan, saya masih bisa mengatakan kalau ini langkah yang cukup bagus, karena data para penerima dana pensiun bisa tersimpan dengan baik.

Tapi masalahnya, banyak dari kami yang membantu para lansia untuk mendaftar di aplikasi tersebut, mengalami kesulitan yang jumlahnya tidak sedikit. Info mengenai banyaknya orang yang mengeluhkan kinerja aplikasi ini saya dapatkan langsung dari halaman aplikasi tersebut di Google Play. Saya bahkan tidak sampai berhasil membantu proses pendaftaran nenek saya ke aplikasi tersebut.

Setelah mengetahui banyak orang mengalami kendala yang sama, saya urus langsung ke kantor pos, tempat yang biasanya digunakan untuk menerima dana pensiun.

Saya ceritakan semua keluhan dan kesulitan yang saya alami selama membantu proses pendaftaran di aplikasi. Dan syukurlah, sesuai jawaban petugas di kantor pos, peraturan baru tersebut akan ditunda dulu sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena sistem belum berjalan dengan baik.

●●●

Tujuan dari dibuatnya sebuah aplikasi tentu untuk membantu pekerjaan manusia. Tapi jika tanpa aplikasi, pekerjaan tetap bisa dirampungkan, kenapa harus memaksakan untuk menggunakan aplikasi?

Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk membuat aplikasi, pahami dulu siapa saja yang akan menggunakan aplikasi itu nanti. Apakah mereka benar-benar membutuhkannya?

Contoh nyata yang saya ceritakan di atas bisa jadi bukti. Bahwa, tidak semua hal atau pekerjaan bisa digantikan dengan sentuhan jari di aplikasi.

Selain resiko tidak adanya orang yang mau menggunakan, resiko kerugian dari sisi materi pun pasti sudah terbayang. Jika saja ada waktu lebih untuk memahami target pengguna dan perencanaan yang matang di awal, mungkin resiko yang ada tidak perlu jadi kenyataan.

⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼⎼

Baca artikel terkait:

Comments

  1. Replies
    1. Betul gan, yang penting tergantung kebutuhan dan target penggunanya sesuai.

      Delete

Post a Comment