Jebakan Diskon dan Penyesalan Setelahnya

promo diskon, jebakan diskon, diskon 50%, cashback, beli 3 gratis 1, masbobz, masbobz.com, Penyesalan diskon, manfaat diskon, bahaya diskon
Sumber: Logo vector created by macrovector_official and Love vector created by freepik (Freepik)


"Diskon 50% !!!"

"Cashback 30% !!!"

"Beli 3 Gratis 1 !!!"


Siapa tidak kenal dengan model tagline tersebut. Kalimat yang sering membuat kita semua tersihir untuk membeli sebuah barang, yang sering kali juga: Sebenarnya tidak kita butuhkan.

Sekitar kurang lebih 10 tahun lalu mungkin kita hanya menemukan kalimat promosi tersebut di pusat perbelanjaan, media cetak, atau televisi. Tapi sejak smartphone dan layanan internet sudah dengan mudah bisa dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, berbagai jenis kalimat promosi tersebut seolah jadi konsumsi kita setiap hari karena medianya bertambah, yaitu smartphone dan internet yang tidak pernah lepas dari genggaman kita sekarang ini.

Saya pun pernah mengalami penyakit termakan jebakan diskon ini. Sejak kecil hingga SMA terbiasa hidup di kota kecil yang minim godaan, begitu mendapat kesempatan kuliah di Bandung saya sempat susah mengendalikan diri ketika ada diskon di berbagai distro ternama dan juga di pameran mainan.

Dan setelah semua barang diskonan tersebut terbeli, seringnya hanya saya pakai dalam waktu yang cukup singkat, yang kemudian muncul celetukan penyesalan dalam hati "Kenapa saya beli ini segala ya kemarin".

Kebiasaan tersebut pelan-pelan mulai hilang, setelah saya lulus kuliah, dan merasakan sendiri susahnya mendapatkan uang. Saya jadi lebih menghargai setiap pengeluaran yang akan saya keluarkan, tidak lagi karena hanya keinginan sesaat. Hal itu juga didasari oleh artikel yang pernah saya baca, bahwa sebaiknya setelah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan, kebiasaan kita untuk hemat selama masih kuliah jangan ditinggalkan begitu saja.

Karena jika sampai kita terjebak pada kebiasaan hedonisme, maka bersiaplah untuk menyesal di kemudian hari. Begitu banyak hal yang jauh lebih penting seperti membeli rumah, biaya pendidikan anak, dan dana pensiun yang sudah jelas sangat kita perlukan serta memerlukan biaya yang tidak sedikit.

● ● ●

Sebenarnya, promo diskon tidak sepenuhnya menjebak. Asalkan kita bisa memanfaatkannya di momen yang tepat. Contohnya saat kita memang sedang memerlukan sebuah barang, dan kita menunggu momen diskon yang rutin dilakukan dari si penjual barang. Dengan begitu kita mendapatkan win-win solution: Dapat barang yang kita butuhkan, dan dengan harga miring tentunya.

Yang menurut saya keliru adalah ketika kita tidak bisa mengendalikan keinginan sesaat kita, dan berakhir pada membeli barang yang kita tidak perlu hanya karena ada embel-embel diskon, dan kadang juga karena sudah terlanjur masuk ke tempat diadakannya diskon sehingga merasa gengsi kalau tidak membeli sesuatu sama sekali. Saya pribadi, sudah bisa cuek dengan meninggalkan tempat diskonan ketika barang yang saya cari memang tidak ada.

Padahal ada beberapa manfaat yang sudah saya rasakan sendiri dengan lebih bisa menahan godaan diskon, di antaranya:

1. Tabungan Bertambah

Sudah pasti, dengan mengurangi kebiasaan asal beli barang diskon, pengeluaran tersebut bisa kita alihkan ke rekening tabungan kita. Ada rasa bangga ketika bisa melihat saldo rekening yang sehat.


2. Tenang Saat Kebutuhan Darurat Datang

Contohnya seperti kebutuhan berobat karena sakit, servis kendaraan, dan sebagainya. Dengan sehatnya jumlah tabungan, ketika kebutuhan seperti itu datang, kita tidak perlu gugup lagi untuk menghadapinya.


3. Bisa Beli Barang yang Benar-benar Kita Ingin dan Butuhkan

Tidak peduli ada diskon atau tidak, dengan memiliki saldo rekening yang sehat, kita bisa dengan tenang mengalokasikan dana untuk membeli sesuatu yang benar-benar kita inginkan dan butuhkan. Karena sering kali, barang-barang yang dijual saat promo diskon itu hanya barang-barang yang kurang laku, jadi banyak yang model dan kualitasnya tidak sebaik biasanya.

● ● ●

Itulah sedikit cerita saya mengenai fenomena diskon dan manfaat jika kita bisa menahan diri untuk tidak terjebak padanya. Mudah-mudahan bisa memberi sedikit manfaat, dan terlebih lagi bisa dipraktekkan ke kehidupan rekan-rekan yang membaca tulisan ini.


Comments

  1. Syukur aku sedari ini masih kuliah ngga kegiur sama yang diskon diskon. Tapi yang heran tuh kenapa cuma barang yang banyak diskon, padahal yang paling kubutuhkan itu makanan, makanan jarang diskon, apalagi kalau ditempat yang hypenya tinggi, makin melambung harga makanan. Ini sih yang bikin aku boros wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, pertahankan mas kebiasaannya untuk tidak mudah tergiur dengan diskon. Kalo pengen makanan diskon biasanya sih kalo yg tempat makannya menyediakan metode pembayaran pakai gopay,ovo,dll

      Delete
  2. Diskon adalah sebuah taktik marketing. Intinya tetap sama, yakni menjual barang. Ada memang diskon yang diberikan karena barang tersebut bisa hancur jika tidak cepat laku.

    Setuju jika kita harus berwaspada pada yang namanya diskon. Salah-salah kita hanya tergoda dan tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas. Intinya kembali lagi ke pengendalian diri masing2. Kalau sudah bisa melakukannya, kemungkinan untuk tergoda pada godaan diskon akan mengecil, bahkan bisa tidak terpengaruh sama sekali.

      Delete

Post a Comment